Mengapa Dota 3 Tak Terlihat: Keinginan Komunitas dan Masa Depan Seri Dota - Meskipun Dota 2 adalah salah satu game paling populer di dunia, hingga kini tidak ada kabar resmi mengenai rencana penerusnya, yaitu Dota 3. The International, turnamen utama Dota 2, selalu masuk dalam jajaran sepuluh turnamen terbesar dengan lebih dari satu juta penonton setiap tahunnya. Ini adalah pencapaian luar biasa untuk game yang hanya tersedia di PC.
Bagi sebagian besar pemain Dota 2, Dota 3 hanya terdengar seperti lelucon. Mereka tidak bisa membayangkan ada alternatif selain game yang sudah mereka mainkan selama bertahun-tahun. Bahkan, banyak yang beranggapan bahwa Dota 3 sudah hadir ketika Dota 2 beralih ke mesin Source 2. Meskipun perubahan ini meningkatkan banyak aspek dalam permainan, itu tidak berarti Dota 2 telah berubah menjadi Dota 3. Jika Dota 3 memang ada, itu akan menjadi kelanjutan dari seri Dota.
Namun, Valve tidak pernah memberikan pernyataan resmi tentang rencana Dota 3. Beberapa situs berita sempat merilis informasi tentang game ini pada April 2022, tetapi ternyata itu hanya sebuah lelucon April Mop. Salah satu alasan utama mengapa Dota 3 tidak terlalu dibutuhkan adalah karena komunitas saat ini lebih memilih untuk tetap bermain Dota 2. Mengembangkan Dota 3 dianggap sebagai pemborosan waktu dan sumber daya karena Dota 2 masih sangat populer. Valve saat ini lebih fokus untuk mengembangkan Dota 2.
Dota 3 mungkin hanya akan muncul jika Dota 2 suatu hari kehilangan popularitas atau pendapatan. Namun, hal ini tampaknya sangat tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat.
Meskipun Dota 3 tampaknya tidak akan dirilis dalam waktu dekat, banyak pemain yang masih berharap ada beberapa fitur baru jika game ini benar-benar hadir. Mereka menginginkan lebih banyak hero dalam game online, dengan sistem keseimbangan yang lebih baik agar semua karakter bisa digunakan secara adil. Selain itu, banyak pemain yang berharap ada lebih banyak variasi item untuk memperkaya permainan, mengingat saat ini banyak hero yang cenderung menggunakan item yang sama. Salah satu masalah besar di Dota 2 adalah komunitas toksik, sehingga banyak pemain yang ingin agar sistem patrol yang lebih efektif diterapkan untuk menghukum pemain yang merusak permainan. Terakhir, meskipun Dota 2 sudah memiliki grafis yang baik, pemain berharap ada peningkatan visual yang lebih baik, tanpa mengorbankan performa permainan agar tetap bisa dimainkan di PC dengan berbagai spesifikasi.